Formulir Kontak

 

Menahan



Pernahkah kalian menahan untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya sangat kalian inginkan, apa yang diinginkan hati tak sejalan dengan apa yang terjadi di kenyataan, begitu pula apa yang kita lakukan tak sejalan dengan apa yang diinginkan oleh hati di dalam kenyataan, semua nya sungguh diluar kesanggupan seorang manusia yang sangat ingin mendapatkan apa yang diinginkannya manusia hanya dapat memohon dan meminta kepada Tuhan agar hal yang dia inginkan dapat terjadi di kehidupannya, hanya keajaiban lah yang dapat menjadi sebuah kegembiraan tersendiri bagi orang yang memohon keajaiban tersebut.
Dalam sebuah kisah fiksi Saya memiliki hubungan pertemanan dengan seseorang, temanku ini adalah orang yang sangat pintar,mandiri, sungguh sangat sempurna tetapi dia sangat takut untuk menyatakan cintanya dan dalam keinginan untuk menjadikannya seorang kekasih, dirinya selalu takut jika ia akan kehilangan rasa cintanya jika dia melakukan hal tersebut didalam pikirannya, bisa saja dia ditolak atau diterima tetapi setelah itu dirinya akan segera merasakan kehilangan setelah dirinya mengalami broken heart saat diputus oleh kekasihnya, setiap harinya dia merasakan kegelisahan yang membuatnya tidak fokus dalam segala hal, pikirannya selalu terbagi, dirinya bila berkumpul bersama temannya, pikirannya tak fokus dan tak mengerti apa yang teman-temannya bicarakan dan hanya menjawab ya ya dan ya tanpa mengeluarkan sesuatu balasan yang diinginkan oleh temannya , bahkan bila dirinya terjatuh ataupun terluka terkena benda tajam, ia hanya melihatnya dan tak merasakan kesakitan tersebut, bahwa hatinya telah kosong dan tak merasakan apapun lagi, setiap dirinya bertemu dan berbicara dengan orang yang dia sayangi, didalam hatinya selalu saja hanya ada nama orang yang selalu ada didalam hatinya, didalam pikirannya aku ga kuat mau menyerah tetapi setiap dia menginginkan untuk menyerah selalu saja banyak hal-hal yang mencegah pikirannya untuk menyerah dan kembali untuk memikirkan orang yang dia sayangi itu, banyak hal yang membuatnya tak berkutik setiap dirinya mendengar nama dari orang yang dia suka, ia selalu mendengarkan lagu-lagu yang menurutnya pas dan mengena di setiap waktu luangnya, mengulang lagu tersebut sehingga dirinya bosan dan mulai bergerak melakukan hal lain, di pikirannya selalu terbayang akan orang tersebut, bahkan setiap dirinya berpapasan dengan seseorang dirinya selalu mengira dan memandang orang tersebut sebagai orang yang dia suka, dia selalu berpikiran bahwa dirinya bodoh dan tak dapat melakukan apa-apa dia selalu memendam perasaannya, walau dulu dirinya pernah bilang kalau dirinya suka kepada sang korban namun hanya dianggap sebagai teman dan terkadang suka di cuekin, tapi setiap kali dirinya di cuekin dan tak dianggap oleh sang korban, dirinya semakin terpacu dan tak ingin menyerah untuk selalu mencoba berada disampingnya saat dirinya membutuhkan bantuan ataupun hal lainnya, dia tak pernah berani untuk menjalin sebuah ikatan selalu menahannya sampai dirinya lupa akan teman-temannya, keluarga yang sebenarnya penting baginya, setiap kali dirinya bertemu denganku aku selalu bilang kepadanya tunggu dan jalanilah saat-saat ini saat yang kecil maupun yang membuatmu malu terhadap dunia ini, karena jika kau tetap bertahan sampai akhir dan tak pernah meninggalkannya sampai akhir hayatnya, pasti di situ ada jalan yang kan menuntunmu kepada jalan takdir yang akan kamu lalui, apakah itu akan membuatmu bahagia atau kau akan menyesalinya seumur hidupmu.
Penyesalan memang datang nya selalu belakangan jika penyesalan datangnya duluan pasti manusia sudah mati akan rasa penyesalan bahwa dirinya telah dilahirnya di dunia ini dan mati secara perlahan, karena manusia bukan lah hewan yang hanya memikirkan makanan tetapi manusia selalu berpikir sebelum melakukan sebuah tindakan, jika hatinya tersakiti bahkan bisa menyebabkan kematian bagi dirinya sendiri, sampai-sampai dirinya tak nafsu makan selama berminggu-minggu dan  akhirnya mati secara perlahan, semuanya tergantung pada pilihanmu, dan nafsumu untuk melakukan hal tersebut. Setelah dirinya mendengarkan perkataanku dirinya hanya terdiam dan kelihatan murung, selalu berpikiran apakah baik bila diriku mengambilnya menjadi kekasihnya atau aku akan menyesalinya seumur hidupnya, dirinya yang tak kuasa menahan hal tersebut bahkan membuatnya ingin menjedotkan kepalanya ke benda yang keras dan meremas jantungnya sehingga ia tak bernafas lagi, ia bahkan memukul tembok beberapa kali hingga tangannya memerah dan lecet tetapi ia tak merasakan sakit akibat pukulan tersebut, ia selalu berpikir tentang nya, untuk selalu berada disampingnya menaklukan dunia bersamanya, menjalani kehidupan bersamanya untuk selalu menerima kekurangannya, dirinya selalu menahannya dia selalu beranggapan bila ia tak memiliki kuasa akan hal itu saat ini, tetapi keinginannya untuk memilikinya hendak membunuhnya secara perlahan dan tak mengenal waktu, saat dirinya terbangun dirinya selalu menyebut namanya, tak mengenal kuasa ingin memeluknya membuat dunianya sendiri bersamanya, tak memperdulikan orang lain, dirinya selalu iri melihat orang lain yang tak memiliki beban untuk menahan seperti dirinya berpegangan tangan dan bercanda, membuat hatinya semakin sakit dan tak mengerti kenapa hati yang sakit ini malah membuatnya semakin menjadi menginginkannya, walau orang lain memandangnya dengan rasa kasihan tetapi di dalam pikirannya dia selalu senang dan gembira  tak pernah ingin menangis tetapi selalu ingin mencoba untuk mendekatinya walau pada akhirnya dirinya tau akan satu hal bahwa dirinya tak akan mampu untuk melakukan keinginannya, dia mendapat janji kelingking dari dirinya, membuatnya selalu ingin berada di sisinya dan selalu ingin belajar lebih lagi, untuk dapat membahagiakannya kelak, dirinya ingin menjadi seorang pangeran baginya menjadi seorang pria yang kan membuatnya bahagia kelak, dirinya tak akan pernah mampu untuk berbohong pada dirinya sendiri bila dirinya baik-baik saja, dirinya selalu tersakiti namun sakit tersebut semakin hari semakin membuatnya memikirkannya, tak ada kata-kata yang dapat dirangkai untuk menunjukkan betapa dirinya sayang, mencintai dan selalu ingin berada disampingnya, ia hanya dapat bertindak dan melakukan hal-hal kecil yang dirinya rasa akan sangat membantunya, masalah yang dirinya hadapi selalu tak dianggapnya, setiap masalah pasti dia anggap hanya angin kecil yang telah dia serahkan kepada Tuhannya agar dia dapat fokus pada dirinya sendiri dan orang yang dia sayangi, bahkan setiap kali orang- orang memikirkan masa depannya dirinya hanya berpikir masa depanku sudah dijamin, tak akan ku ganggu tetapi kan kujalani dengan melakukan yang terbaik bagi dirinya sendiri, ia hanya menjadi dirinya sendiri tak ingin menjadi orang lain, selalu mencari jati dirinya yang sesungguhnya, bahkan bila orang memaksanya untuk menjadi seorang yang tak diinginkannya dirinya selalu menolak dan tetap pada pendiriannya sendiri, tak ada yang dapat menahannya untuk kelak menjadi seorang yang berguna bagi orang lain dan yang paling penting berguna bagi dirinya seorang yang dikasihinya, harapan tersebut selalu dia tahan , tak ada kata maupun angka yang dapat menjelaskan rasa nya, tulusnya hati dan ingin selalu merasakan untuk berkorban jiwa dan raga untuknya dan memberikan segalanya untuknya walau dirinya tau bahwa dirinya bukanlah miliknya, tak ada kata-kata yang dapat memahami, dan tak ada orang yang akan mengerti akan hatinya, jadi percuma saja jika dirinya menceritakan kisahnya kepada orang lain bahkan temannya karena mereka hanya akan memberikan semangat dan motivasi yang sebenarnya dirinya selalu merasakan kebahagiaan tersendiri orang lain tak akan pernah mengerti bahkan jika ada ahli psikolog memberikannya solusi, dirinya tau bahwa ahli tersebut tidak tau kata-kata yang dapat menjelaskan rasa nya tersebut. Menahan segalanya untuk menjadikannya seorang yang tahan akan segalanya, cinta tak pernah meninggalkan bila ada orang yang putus dan bilang kalau dirinya harus maju dan move on tak lagi mencoba untuk berjuang mendapatkan keinginannya menurut nya hal itu bukanlah cinta, itu hanya rasa sayang,kagum dan suka. Seperti sebuah keluarga yang bercerai apakah kau akan melupakannya dan move on seperti orang-orang katakan. Tak ada jawaban yang dapat diterimanya saat ini, hanya waktu yang akan menjawabnya, dirinya akan selalu berkorban untuknya and say no matter what I will meet you there.

Total comment

Author

Unknown

0   komentar

Posting Komentar

Cancel Reply