Formulir Kontak

 

DUNIA HANYA MELIHAT HASIL PROSES DIABAIKAN



Yang diri kita lihat dan dunia lihat itu sangatlah berbeda, mulai dari suatu kelahiran yang dianggap suatu anugrah tetapi terkadang di dunia kelahiran tersebut merupakan suatu malapetaka bagi mereka, semua yang kita anggap baik terkadang tidak dianggap baik oleh dunia, aku sangatlah ingin membuat dunia yang lebih baik, dengan tanganku sendiri tapi setiap aku melakukan suatu kebaikan tanpa ada suatu motif atau maksud tersembunyi, yang dipandang oleh dunia adalah aku adalah orang yang lemah mudah disuruh. Pandangan orang terhadapku itu lah yang membuatku perlahan mulai berubah dari orang yang baik mulai menjadi orang yang mulai jarang membantu orang yang membutuhkan bantuan, saat aku berubah pun aku masih tak mengerti mengapa dunia menganggapku orang yang egois, saat kecil aku sangat bahagia bisa bermain dan melakukan hal yang kusukai tanpa harus perduli apapun perkataan dunia tentangku, aku adalah orang yang apa adanya saat masih kecil, memiliki impian dan tak tergoyahkan walaupun aku kecil di mata dunia, aku tak pernah berkata bohong, selalu membela temanku sendiri dan tak pernah menangis walau pun aku harus terjatuh saat bermain, seiring berjalannya waktu aku pun mulai dewasa aku mulai mengetahui apa namanya pengkhianatan, kejahatan, kebohongan, dan iri hati yang ada di dalam hati setiap orang, namun aku tetap dengan pendirianku bahwa aku akan selalu menjadi orang yang baik walau pun hatiku merasakan rasa ingin melakukan sesuatu yang buruk tetap saja aku ingin tetap menjadi baik. Aku merasakan bagaimana melihat orang tua ku saat kesusahan harus menghutang kemana-mana, sampai saudara dan keluarga sendiri tak pernah menghargai kami yang sedang kesusahan, bahkan saat kami bertamu pun kami tidak terlalu dilayani dengan baik oleh saudara kami sendiri, hal itu membuat hatiku sakit melihat manusia yang selalu egois dan tak ingin membantu satu sama lain, saat kami tak memiliki kendaraan dan uang yang cukup untuk pulang tetapi mereka memiliki apapun yang mereka butuh kan mereka tak pernah sedikit pun membantu kami keegoisan itu membuatku muak, bahkan saat aku hampir tewas terkena penyakit demam berdarah, mereka semua hanya melihat dan tak ingin tau, hal itu membuatku mual ingin muntah, membuatku ingin memukul dan menghajar mereka dan menyadarkan mereka, namun apa dayaku dulu masih kecil dan tak memiliki kemampuan apa-apa, aku mulai memiliki dendam saat itu.
Ayahku dan ibuku aku tau mereka selalu mendoakanku untuk sembuh, bahkan saat aku setengah sadar saat itu, aku melihat ibuku berdoa untuk ku, namun aku saat itu tak sadar kan diri dan kejang-kejang, aku tak sadar dibawa kemana saat itu, tapi yang pasti aku dipindahkan dari rumah sakit itu menuju rumah sakit dimana ayahku bekerja, ayahku selalu mengecek ku disaat aku sakit, entah ada mukjizat apa saat itu yang obat untuk menyembuhkan penyakit demam berdarah masih belum terlalu manjur atau bisa dibilang masih lima puluh persen dapat menjamin kesembuhanku, aku tak tau lagi harus berbuat apa, tubuhku mulai terlihat sangat kurus menggerakkan tangan pun terasa sangat berat kurasakan, yang kupikirkan hanyalah ruangan itu sangatlah gelap dan hanya ada sedikit cahaya, jariku yang selalu di periksa dan ditusuk jarum kecil berbentuk seperti pulpen itu tak sedikitpun kurasakan sakitnya, aku hanya bisa menangis saat diriku tersadar orang tuaku tak ada di sampingku menemaniku karena harus sibuk melakukan hal lain untuk keluarga, aku tak tau mengapa saat itu aku berdoa kepada Tuhan, “jika aku masih diberikan harapan hidup, aku akan selalu berbuat kebaikan di setiap harinya”, lalu aku tertidur dengan pulasnya, saat aku terbangun aku merasa mulai merasa baikan dan dapat memegang roti dan memakannya sendiri orang tuaku selalu membawa jus jambu biji yang setiap harinya aku minum dengan di suapin sama orang rumah sakit atau orang tuaku sendiri, aku merasa bisa memegang gelas itu dengan sendirinya, bahkan suster nya pun kaget melihatku dapat mulai kuat memegangnya dan lalu meminumnya, setelah 1 minggu aku sudah mulai sembuh dan dinyatakan oleh dokter jika aku sudah diperbolehkan untuk pulang, hanya keluargaku yang menjemputku untuk pulang yaitu ayah,ibu dan kakakku aku sangat lah bersyukur karena Tuhan telah memberiku kesempatan untuk tetap hidup.
Setelah itu aku selalu melakukan perbuatan baik, walau pun temanku memukulku aku tidak melawan walaupun dia yang salah tetapi malah aku yang meminta maaf, aku sudah menanampak kata baik setiap harinya di dalam hatiku, di setiap aku melakukan perbuatan baik, aku selalu mendapat kebaikan pula dari orang lain, teman-teman mulai suka bermain denganku. Aku selalu ingin berbuat baik kepada orang lain dan terlebih kepada keluargaku sendiri, walau pun kakakku selalu berbuat hal yang jahat kepadaku aku tetap tak pernah menaruh dendam terhadapnya, malah aku semakin menyayangi keluargaku dari rasa sakit yang kurasakan aku selalu dapat mengobatinya dengan berbuat baik kepada orang-orang di sekelilingku, aku tau pasti suatu saat kebaikanku pasti akan pudar, tetapi aku yakin akan janjiku. Saat aku duduk di kelas 1 SMA aku sangat bersemangat untuk dapat melakukan perbuatan baik kepada orang-orang di sekolah baruku, namun aku belum terbiasa, aku menjadi orang yang pendiam, aku Cuma bisa melihat. Saat pertama kali masuk, aku tidak mengenal siapa-siapa di kelas, aku bingung jadi aku hanya duduk diam di kelas dan kadang mulai mengantuk dan lalu tertidur, lalu guru masuk dan tempat duduk pun di atur, aku pasrah aja duduk dimana toh aku ga kenal sama orang-orangnya. Setelah lama aku mulai melihat orang yang yang dijauhi dikelas karena sifatnya yang pemarah dan berbicara sesuai keinginannya sendiri, dia di jauhin dan bahkan tak dianggap dikelas, tetapi dia pintar berbahasa inggris, itu menjadi kelebihannya aku tau kalu dia selalu belajar dikelas, bahkan saat aku sekelompok dengannya, aku merasa dia terlalu mengatur dan merasa dirinya paling pintar, tetapi aku tidak perduli akan hal itu, aku tetap berteman dan berbicara dengannya. Kadang aku mendengar keluh kesah tentang dirinya dari teman-teman, aku tetap mau berteman dengannya dan semua orang di kelas. Asalkan aku tidak terlibat itu tidak masalah bagiku, pikirku memangnya kenapa kalau dia pemarah, memangnya kenapa kalau dia itu jelek, memangnya kenapa kalau dia cantik, memangnya kenapa kalau dia bodoh pintar atau bahkan dia jahat, selagi aku bisa bercanda tawa aku tak mempermasalahkannya karena setiap manusia bila sudah dewasa dia pasti sadar akan kekurangan dirinya sendiri dan akan sadar apa yang harus dia rubah dari dirinya sendiri. Dan aku juga melihat dan mempunyai teman di kelas dia orangnya keras kepala dan dia juga kadang tidak disukai oleh temannya dia selalu marah jikat sesuatu hal yang tidak menyenangkan terjadi padanya, dia pernah cerita kalau dia dulu waktu smp pernah di kroyok sama temannya sendiri karena dibilang terlalu bergaya, tetapi menurutku dirinya tidak terlalu bergaya, dia hanya orang yang keras kepala kenapa dunia tidak menyukainya, setelah itu aku beranjak ke kelas dua SMA aku mulai terasa asing kembali, tapi aku sudah terbiasa  dengan hal itu, saat itu namaku tidak terdaftar di daftar siswa dan aku melapor ke guru saat itu dan mau tidak mau harus di taruh di kelas IPA terakhir, aku mulai kenal kembali dengan temanku yang pernah satu smp, tapi aku dianggap orangnya terlalu baik sampai katanya mudah buat dimanfaatin orang lain, tapi dalam hatiku aku tidak pernah berpikir kalau kebaikanku itu bisa dimanfaatkan oleh orang lain , karena aku melakukannya tanpa ada maksud apa-apa. Dan juga mungkin karena aku bodoh dan salah pergaulan yang kelasnya isinya hampir cewe semua, aku jadi banyak tingkah, lalu teman-teman bilang aku orang yang alay, rasanya aku Cuma menikmati hidup tapi malah dibilang alay dan berlebihan, tapi aku jadi mulai sadar akan semua hal yang dikatakan oleh mereka semua kalau kebaikanku memang dimanfaatkan oleh orang, tapi aku ga perduli sama hal itu aku tetap harus menepati janjiku, di dalam hatiku ini sebenarnya terdapat banyak hal yang ingin keluar yaitu rasa sakit yang di katakan orang tentangku dan perbuatan orang terhadapku dan keluargaku membuatku selalu harus menahan amarahku dan selalu mengingat janjiku setiap harinya, aku adalh pengikut nya yang setia dan tak akan tergoyahkan, karena aku percaya di setiap perbuatan baik yang kulakukan di setiap harinya maka di setiap harinya pula juga aku akan mendapat kebaikan, hati tidak bisa dipaksakan. Jangan pernah goyah hanya karena kata perkataan orang lain, karena mereka seakan-akan tau tentang dirimu.

Total comment

Author

Unknown

0   komentar

Posting Komentar

Cancel Reply