Ini tulisanku,apasih arti dari kata teman? Kenapa teman itu
ada? Buat apa sih berteman? Menurutku teman itu menguatkan bukan mencederai, aku
memandang teman bukan karena dia kaya, pintar, berwibawa atau apalah yang
selalu orang lain pikirkan tentang mereka, tetapi aku memandang karena ia mau
berteman dengan ku, ya mungkin aku orangnya ga terlalu asik, suka mengingkari
janjiku sendiri, tapi aku ga akan pernah menganggap teman untuk dimanfaatkan
atau pun berpikiran dia memanfaatkanku, ayahku bilang kalau kamu mencari teman
jangan kamu liat da kaya atau dia punya segalanya, tapi liat betapa ingin
dirinya bermain bersamamu betapa ingin dirinya membantumu dan hal itulah yang
paling penting dalam pertemanan, uang bisa dicari tetapi teman tidak dapat
dibeli hanya dengan uang. Sekarang banyak yang beranggapan kalu teman itu
kadang-kadang bisa menyesatkan, jangan percaya dengan mudah sama teman, teman
bisa aja menjerumuskan mu. Menurutku itu semua kata-kata orang yang terlalu
berhati-hati dalam memlih teman, ya memang semuanya itu relatif. Tapi aku sadar
hanya satu saja sudah cukup membuatku bahagia dengan sederhananya, tidak usah
terlalu banyak teman, yang penting dia itu tidak akan pernah berubah walau dunia
ini berubah, teman itu bagai matahari yang harus kamu jaga karena bila bersatu
akan saling memberikan cahaya.
Ya aku memiliki teman yang benar-benar setia, begitu juga
aku akan menjaga kesetiaan itu, entah kenapa aku selalu bilang dalam pikiranku
kalau aku harus selalu setia jangan pernah tinggalkan... kata-kata itu
sepertinya sudah melekat di dalam kepalaku sehingga diriku tidak bisa melupakan
kata-kata itu, dan juga ayahku penah berkata aku harus selalu baik dan menolong
orang, biarkan orang bilang kamu mudah dimanfaatkan, tetapi ingat satu hal
kebaikanmu bukan mereka yang membalas tetapi Tuhan yang akan membalaskan semua
kebaikanmu di dunia ini, kamu harus kuat, lakukan yang terbaik kalau kamu suka
sama seseorang jangan bilang kalau kamu suka sama dia dulu tapi selalu sayangi dia dan cintai secara diam-diam
karena bila dia memang jodohmu walau duniamu berbeda dengannya suatu saat nanti
Tuhan yang akan memberikanmu jawaban, bukan karena kamu selalu bersamanya,
selalu membantunya, tetapi karena kamu selalu setia dan tak pernah mencoba
untuk lari dan pergi meninggalkannya.
Aku mau ceritain tentang kehidupanku sendiri, yang udah kulalui melalui banyak perpindahan.
Masa kecilku dulu kurasa sangat menyenangkan dimana aku dulu
tinggal di jakarta selatan di serua, aku memiliki teman komplek namanya raka,
muklis, ryan, tulus, daud, lukas juga kakak ku, kami selalu bermain bersama ,
soalnya rumah kami itu jaraknya ga terlalu jauh, biasanya kami main dilapangan
luas, main bola, sepeda, main layangan bikinan sendiri, main kelereng tapi juga
sering ada berantemnya, kalau udah berantem terus ngadu deh ke orang tua nah
ini ntar yang ribut malahan jadinya orang tua kami yang adu mulut, kami juga
sering jalan-jalan dulu kami biasanya naik sepeda atau jalan kaki, pada tahun
2004 di daerahku masih banyak rumput dan ada juga ladang sawah pokonya jakarta
masih sangat nyaman buat di tinggali, tapi semua hal yang ada di jakarta harus
aku dan keluargaku tinggalkan karena ayahku harus dipindah tugaskan oleh negara
ke wilayah yang membutuhkan kinerjanya. Aku sedih karena harus meninggalkan
teman-temanku yang sudah lama kukenal saat itu aku masih duduk di kelas 4 sd,
aku dan keluargaku menuju bandara dan akan pergi ke daerah kalimantan tengah
tepatnya palangkaraya, ayahku saat itu sudah berada di kalimantan dan menunggu
kedatangan kami dari jakarta, aku, kakaku dan ibuku pergi naik pesawat ke
kalimantan, dan inilah pertama kalinya aku naik pesawat pergi ketempat dimana
aku tidak mengenalnya sama sekali, aku merasakan ketakutan yang amat sangat
saat itu, yang masih dapat kurasakan sampai sekarang ini, aku masih ingat saat
ibuku merangkulku dan kakaku dengan sangat erat, aku merasakan suatu hal yang
sangat ibuku khawatirkan yaitu kami akan mengalami kesulitan yang amat sangat
nantinya, dimana kami tidak memliki sanak saudara atau seseorang yang kami
kenal di kalimantan, belum lagi ibuku tau kalau pada tahun 2001 lalu ada
terjadi suatu hal yang menakutkan di kalimantan, tetapi tidak pernah menceritakannya
ke aku maupun kakakku, aku tau mengapa. Setelah sampai di bandara palangkaraya
aku melihat kalau saat itu konotasi palangkaraya masih seperti tempat yang
kurang berkembang, kami disambut oleh ayah kami di bandara, lalu setelah itu
kami dibawa lagi dengan menaiki mobil menuju ke pulang pisau tempat dimana
ayahku ditugaskan, jauh mata memandang masih banyak terlihat pohon-pohon tinggi
di daerah itu, yang terkejut bukan hanya aku saja tetapi ibu dan kakaku juga,
bahkan aku tidak mengerti bahasa daerahnya, lalu kami sampai di sebuah barak yang
kecil tanpa ada perabotan yang mahal seperti saat aku masih di kota besar itu,
bahkan kami tidur beralaskan tikar dan sebelum tidur aku biasanya disuruh
ayahku untuk memakai lotion anti nyamuk, karena banyak nyamuknya kalau malam di
barak kami, setelah itu aku mulai aktif kembali ke sekolah , pertama kalinya
aku ke sekolah yang bahkan aku tidak kenali membuatku takut, tetapi ayahku dan
aku berjalan kaki sambil berbicara tentang sekolahnya, aku melihat sekolahku
yang terlihat kumuh saat itu masih belum diperbaiki, entah kenapa saat aku ada
di ruang kepala sekolah, banyak sekali anak-anak yang bergerumul untuk
melihatku yang akan pindah, aku masih ingat aku memegang tangan ayahku karena
sangat malunya, saat itu aku masuk ke kelas dimana aku ditempatkan, berbeda
dengan di daerah asalku, di sekolahku yang baru ini aku merasakan hal yang
sangat asing, dan entah kenapa aku merasa terlalu diperhatikan oleh teman
kelasku, suasananya sangat gaduh saat di kelas tapi aku Cuma bisa berdiam diri
sambil menyilangkan tanganku selang beberapa waktu guru datang dan menyuruhku
untuk memperkenalkan diri ke depan kelas, aku sangat gugup setengah mati,
karena aku ga tau apa mereka mengerti bahasaku yang masih kental dengan daerah
asalku, setelah itu bell istirahat aku tiba-tiba di ajak berbicara oleh teman
sebangku, teman sebangku ku itu cewe jadi aku agak minder, aku orangnya pendiam
ngomong kalau penting aja soalnya aku ga ngerti bahasa mereka, jadi aku mencoba
buat ngerubah kata elu dan gue jadi kamu dan aku itu rasanya susah banget, saat
itu pertanyaannya “kam siapa namanya?” kata “kam” itu aku ga ngerti sama
sekali, dengan pede aku bilang satrio, tapi aku ga balik nanya nama dia, aku
langsung tanya, kam itu apa ya?, katanya “kam” itu kamu artinya. Lalu ada yang
nanyain lagi dari belakang “bara kueh ikau le?” katanya, otomatis aku ga bisa
menjawab pertanyaan itu, “ pake bahasa indonesia dong” kataku , “oh kam lain
orang sini kah?” katanya, aku jelasin ke dia pake bahasa indonesia yang baik
dan benar, hal ini selalu terjadi setiap aku bertemu dan berbicara dengan orang
di sekolahku kan jadinya jengkel serasa dipermainkan sama orang, apalagi pas
aku disuruh bilang, aku bungul yang katanya aku pintar dalam kebohongannya, pas
aku bilang begitu eh aku diketawain sama temen sekelas konyol sekali, dan entah
kenapa aku selalu dimintain duit sama kaka kelasku karena dulu itu potongan
rambutku gayanya mangkok, siapa lagi yang motong kalau engga ayahku, terus aku
masih ga ngerti namanya pacaran tapi setiap aku deket sama cewe pasti di
elu-eluin pacaran, secara otomatis aku langsung ngejauhin tuh cewe, aku akrab
dengan temanku yang juga ngajarin aku bahasa di kalimantan namanya rikky dia
anak tentara yang rumahnya itu ga jauh dari rumahku, kami sering main bareng,
tapi sesalku waktu itu dia ngajakin aku buat main PS2 di deket sekolahku, nah
ini jadi masalah aku kadang-kadang bolos cuman buat main PS, sering bohong sama
ortu minta uang jajan padahal buat main PS, tapi akhirnya aku jera buat main PS
lagi pas aku di pukulin sama ayahku saat tau kalau aku itu main PS dari siang
sampai malam, aku di karantina sama orang tua ku diem seharian dirumah,
untungnya aku ada anjing namanya pretty walau dia itu perempuan tapi dia yang
nemenin aku main, dari mulai main bola plastik sampe main guling-gulingan di
rumput, tapi dia berubah saat dia mulai hamil entah dengan siapa dia hamil
tetapi dia mulai suka berdiam-diri, tidur tanpa melakukan apapun, palingan
bangun pas makan doang, setelah itu dia melahirkan anak-anak anjing, tetapi
sangat di sesalkan di melahirkan anak-anaknya di semak-semak jadi aku ga tau
kalau keberadaan anak-anak anjingnya itu sudah tidak tertolong lagi karena
banyak yang di makan oleh ular, aku dan kakaku sedih karena berharap anak
anjingnya bisa kita pelihara sampai besar, malah kandas karena hal itu, lalu aku
kuburkan anak-anak anjing itu. Di barak aku suka nonton televisi apalagi kalau
acaranya itu spongebob di global tv juga ada naruto yang masih kecil. Namun tidak
beberapa lama aku pindah lagi ke daerah yang lebih terpencil yaitu daerah trans
kalimantan di jabiren, di jabiren aku belajar berenang, karena banyak sungai
dan juga banyak teman yang mengajakku untuk berenang, bahkan aku pernah
tenggelam sampai aku terbawa arus tetapi selamatnya aku bisa sampai ke daratan
walau meminum air sampe kembung, aku pindah dari pulang pisau ke jabiren saat
kelas 5 sd, setelah itu aku pindah lagi ke daerah bukit rawi saat itu aku kelas
6 sd, saat itu kulitku yang putih berubah menjadi coklat karena aku sering
bermain voly dan bola saat panas bersama-teman-teman tanpa menggunakan alas
kaki dan membuka baju, kadang-kadang kami mencari uang juga seperti menggunakan
magnet dari televisi yang sudah rusak untuk dijadikan alat mencari besi untuk
dijual, lalu saat itu ada musim dimana kalelawar banyak bermigrasi melewati
daerah kami, lalu kami membuat layang-layang, lalu kami ikatkan kail untuk
memancing ikan di sepanjang senarnya, setelah selesai kami terbangkan layangan
itu agak sedikit menjauh dari jalur kalelawar itu bermigrasi, saat keliatan
kalelawar nya kami layangkan menuju gerombolan kelelawar itu sehingga ada salah
satu darinya menyangkut terkena kail yang kami pasang di layangan tersebut
sehingga terjatuh ke tanah, kalau udah dapet kami masukin karung terus kami
jual, hasilnya kami bagi bagi, aku dibukit rawi sampai kelas 1 SMP tetapi saat
di smp aku masuk ke sekolah di kota palangkaraya sehingga aku dan kakakku naik
motor untuk pergi kesekolah, jam 3.30 kami sudah harus berangkat ke sekolah
saat itu, saat itu orang tuaku sudah memiliki cukup dana untuk membeli rumah
yang kecil untuk kami tinggal berdua tetapi orang tuaku tetap dibukit rawi
untuk menjalankan tugasnya, sampai kelas 3 smp aku dan kakakku tinggal di
palangkaraya, saat menginjak kelas 1 SMA orang tuaku memutuskan untuk tinggal
di palangkaraya jadi ayahku yang pulang pergi ke palangkaraya-bukit rawi. Betapa
beratnya perjuangan orang tuaku untuk mencari nafkah keluarga. Sampai saat ini
aku tinggal di palangka raya, memang pertamanya itu berat untuk melalui suatu
hal yang baru tanpa kita dapat mengerti, tetapi jika sudah terbiasa akan hal
yang baru itu kita bakalan bisa ngejalaninnya dengan hati yang gembira, tidak
semua perpindahan itu hal yang menyedihkan tetapi perpindahan itu juga bisa
memberikan kita pengalaman yang takkan terlupakan, karena kita pernah menjalani
dan menjadi bagian dari hal tersebut itu lah yang membuatnya berkesan.
Mulai dari awal itu memang sangat sulit, tapi ada proses yang membuatnya menjadi hal yang sangat berharga dimata kita, proses itu menguatkan, proses itu lah yang nantinya akan jadi hasil kita nanti di masa depan, jadi jangan menyerah dulu sebelum memulai tetap semangat menjalaninya, karena kita tidak tau apa yang akan terjadi nanti di masa depan.